Minggu, 24 Agustus 2008

Wajah Bukittinggi (dari atas jembatan limpapeh)

Kota Bukittinggi terletak di Sumatera Barat bagian tengah. Kota ini mendapat julukan Bukittinggi karena diapit oleh lima buah bukit. Dari kejauhan, akan terlihat gunung Singgalang dan Marapi menghiasi kota ini. Sungguh, bukan gunung kelabu yang biasa terlihat namun gunung berwarna biru tua dengan hiasan awan atau kabut menyeruak di bagian lereng gunungnya. Benar-benar suatu pemandangan yang indah dan tidak seperti karakter gunung yang kita lihat di pulau Jawa.

Kota Bukittinggi dapat ditempuh selama 2 hingga 4 jam dari Padang tergantung kecepatan kendaraan yang anda kendarai. Kota ini terletak sekitar 90 Km jauhnya dari kota Padang, dengan menyusuri satu jalan utama yang tampaknya tidak bercabang (Jalan sepanjang Padang Panjang).

Bukittinggi sendiri memiliki sejumlah objek wisata menarik yang tidak kalah dengan ibukota Sumatera Barat. Beberapa objek wisata tersebut bahkan menduduki peringkat outstanding untuk beberapa kategori penilaian. Sebut saja Jam gadang di daerah perkotaan, Sanjai Nitta di pinggiran kota Bukittinggi, Taman Bundo Kanduang yang berisi Benteng Van Der Fock dan Kebun Binatang serta Taman Panorama di ujung atas bukittinggi, dimana kita dapat melihat Ngarai Sianouk dan Lobang Jepang, tempat para romusha bekerja pada jaman penjajahan dahulu.

Secara struktur kota, kota ini tertata dengan rapih dan manis. Beberapa sudut kota terlihat lengang dengan tidak begitu banyak mobil. Sesuatu yang teramat dirindukan oleh penduduk jakarta yang sudah penat dengan kemacetan yang setiap harinya menghiasi jalan raya. Taman – taman kota pun cukup banyak menghiasi kota beserta dengan pohon – pohon raksasa yang menghiasi banyak sudut jalan di Bukittinggi, sebut saja Taman Bung Hatta yang terletak tepat di sebelah Balai Sidang Bung Hatta. Hotel Novotel yang terletak tepat di jantung Kota Bukittinggi menyadarkan orang-orang akan modernitas yang sudah sampai ke kota ini. Dengan gaya timur tengah, ia berdiri megah di pusat kota ini.

Kota bukittinggi sendiri tampaknya tidak terlampau luas. Hal ini terlihat dengan jalan-jalan raya utamanya yang sudah kita lalui berkali-kali sebelum menempuh perjalanan ke area wisata tujuan kami. Jalanannya sedikit lebih lebar dan bervariasi ketika menyentuh daerah pinggiran Bukittinggi yang masih didominasi oleh rumah dengan kebun yang sangat luas.

Taman Bundo Kanduang Di Bukittinggi

Ini dia lokasi terakhir gue berkunjung ke bukittinggi sebelum beranjak kembali ke Bandara tuk kembali ke jakarta...hics.... I never want to let go this city!

anyway, Taman Bundo Kanduang memiliki beberapa objek wisata yang menarik. untuk masuk, memang kami dikenakan biaya yang lumayan, yakni 8000 rupiah per kepala. dengan tiket bergambar burung merak yang harus dikembalikan begitu kita kembali ke pintu utama Taman.

objek wisata pertama yang tampak menarik adalah benteng Van Der Fock. namun, setelah didekati, maaf saja, terlihat tidak begitu menarik. bayangan gue, benteng adalah suatu bangunan besar yang memiliki banyak ruangan rahasia untuk bersembunyi. ternyata, yang dimaksud dengan benteng van Der Fock adalah suatu bangunan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu luas yang berdiri di atas suatu areal taman. yang kurang menarik lagi adalah benteng tersebut telah dipugar sedemikian rupa sehingga tidak tampak seperti benteng dari jaman penjajahan dahulu kala. alhasil, kami nggak masuk ke benteng tersebut. (di bawahnya berupa pendapa dengan banyak orang berkumpul baik untuk makan siang atau beristirahat).

next, kami sempat berfoto foto di sejumlah areal taman yang cukup rindang dan rimbun. di beberapa sudut pintu masuk terdapat beberapa kandang burung yang berisi, bahkan burung cendrawasih raja.

ada satu objek wisata lagi di sebelah ujung taman ini, untuk menuju objek wisata satunya lagi yakni Kebun Binatang Bukittinggi, kita harus melewati sebuah jembatan besar yang membelah kota bukit tinggi di jalan raya utama kota tersebut. Jembatan tersebut bernama Jembatan Limpapeh. kami pun sempat berfoto di jembatan tersebut. namun, entah perasaaan atau apa, di beberapa bagian, guncangan sangat terasa sekali. Namun, itu tidak menyurutkan keinginan kami untuk terus berfoto, terutama karena keseluruhan kota bukittinggi dapat dengan jelas terlihat dari atas sini, dihiasi dengan latar belakang Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. (Beautiful!)

Di sudut taman satu lagi, berulah terdapat kebun binatang Bukittinggi. disini banyak terdapat banyak sekali jenis hewan termasuk gajah, ular, beruang, dan sebagainya. lumayan, buat yg udah lama gak ke kebun binatang. anyway, kalau mau foto2 dengan rumah adat Sumatera Barat, disinilah tempatnya! ada satu rumah gadang yang besar sekali dan wajib banged buat dijadikan tempat berfoto... worth to try sebagai wisata budaya dan alam nich.

sayang banged, kunjungan kita disini nggak terlalu lama lantaran mengejar waktu. jam sudah menunjukkan waktu pukul setengah 3 sore, sementara gue harus mengejar pesawat pukul 5.45. note ajah, perjalanan Bukittinggi ke Padang membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga 4 jam...jadi, harus kudu cepat cepat.....hics....

Merasakan Kebesaran Tuhan YME Di Taman Panorama Bukittinggi


Pernah denger Ngarai Sianouk? Wuih, kalau anda pencinta travel wilayah Indonesia, pastinya pernah mendengar wilayah ini. Lokasi ini adalah salah satu lokasi wisata andalan Bukittinggi, Sumatera Barat. Apabila anda berkunjung ke wilayah ini dan tidak mengunjungi Ngarai ini, selain jam gadang, maka dapat dikatakan anda belum ke Bukittinggi. Begitu mungkin tag yang ada.

Menurut info dari salah seorang rekan kami, Hendra, Ngarai ini dapat dinikmati lewat dua cara yakni lewat atas atau lewat bawah. Lewat bawah, tidak begitu banyak pemandangan yang dapat dilihat karena justru menariknya Ngarai ini berada pada bagian atasnya. Nah, di bagian atas Ngarai ini terdapat salah satu objek wisata dimana kita dapat melihat Ngarai ini secara keseluruhan dengan lebih leluasa. Taman Panorama namanya. Terletak di ketinggian Bukittinggi, dekat dengan area medikal di wilayah ini, taman ini memungkinkan kita untuk menyaksikan kebesaran Tuhan Yang Maha esa dalam membangun muka bumi ini.

Sayangnya, siang itu Bukittinggi sedang dilanda hujan deras. Hujan pun turun lebih deras lagi ketika kami sampai di Taman Panorama ini. Terlebih karena hujan, kabut pun menutupi wilayah ini, sehingga kami mendapat dua efek sekaligus : Ngarai tidak dapat terlihat dengan jelas (hanya sebagian saja) dan kami merasakan dingin yang sangat dingin sekali (gue pikir bakalan panas karena Padang adalah salah satu kota di Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa).

Alhasil, untuk menutupi kekecewaan kami, sambil menunggu hujan berhenti, kami memasuki Lobang jepang, salah satu objek wisata andalan di Taman ini selain pemandangan Ngarai Sihanouk tersebut. Setelah berteduh cukup lama di gazebo-gazebo yang menghiasi taman ini, kami memasuki Lobang jepang yang sudah tertata cukup rapi di tengah-tengah taman ini. Untung saja, sistem drainase Lobang jepang ini cukup baik sehingga air hujan tidak masuk ke Lobang Jepang dan menggenangi dasar lubang, namun terbuang ke dalam saluran drainase yang ada.

Lobang jepang sendiri adalah lokasi penyimpanan senjata rahasia Jepang ketika masa pendudukan Jepang 1942 – 1945 dahulu. Seperti pada umumnya gua yang berfungsi sebagai bunker, lobang jepang ini memiliki banyak sekali lorong dan lokasi persembunyian. Beberapa tempat pernah dijadikan penjara dan lokasi penyekapan para romusha dan tahanan perang Jepang. Beberapa bagian goa masih memiliki rel kereta bekas lori (kereta tambang) dan celah untuk meletakkan obor (jaman dahulu belum ada listrik).

Jalan masuk wilayah ini berupa tangga yang terus menurun ke bawah sebanyak 133 anak tangga (konon, anak tangga turun dan naik tidak sama ketika dihitung-anak tangga naik ada 132 buah). Lokasi di dalam cukup kedap suara sehingga air hujan dan keramaian di atas tidak sampai terdengar masuk ke dalam goa. Penerangan di goa ini pun sudah dibuat cukup baik sehingga pengunjung tidak akan merasa terlalu takut untuk masuk ke dalam goa ini.

Pernah ke Goa Jepang di Maribaya, Dago Pakar, Bandung? Jangan bandingkan lokasi ini dengan goa itu, walaupun sama-sama Goa Jepang, namun lokasi ini tampaknya lebih tertata dengan baik. Hal ini terlihat dengan beragam fasilitas yang sudah menghiasi goa ini, mulai dari pengecoran dinding goa, direnovasinya beberapa sudut goa, pembangunan teater mini, diorama, bahkan kafe! Sayangnya pula, pembangunan ini apabila dilihat dari sudut yang lain akan menghilangkan keautentikan goa Jepang ini.

Goa ini dahulu digunakan sebagai lokasi persembunyian Jepang dan tempat memasok senjata. Beberapa lokasi penjara yang ada digunakan untuk menampung para budak jajahan dan para penyuplai bahan makanan dan senjata. Konon, para romusha dipekerjakan di tempat ini dan tempat kediamannnya dibiarkan bersesak-sesakan pada satu lubang. Ketika ada Romusha yang tidak sanggup lagi bekerja, maka mereka akn diseret ke dapur, bukan untuk dijadikan koki, namun untuk dibantai atau dibakar dan kemudian sisanya akan dibuang ke sebuah lubang yang langsung menuju Ngarai dengan kedalaman sejauh 70 m. Hal serupa juga terjadi pada para petani yang hasil buminya dirampas untuk dijadikan bahan makanan karena lokasi ini dikategorikan sebagai lokasi rahasia persembunyian Jepang. Begitupun dengan para pengantar pesan atau pembawa senjata. Demi menjaga kerahasiaan lokasi ini, semua orang-orang tersebut dibantai setelah tugas mereka dijalankan. Hal serupa juga terjadi pada tentara-tentara Jepang yang tidak tahan melihat kekalahan jepang. Mereka semua melakukan bunuh diri massal pada pertengahan 1945, ketiak mengetahui bahwa Jepang kalah dalam perang. Itulah katika lokasi ini dibuka pada tahun 1980-an, banyak ditemukan berbagai benda peninggalan penjajahan yang disimpan dengan rapih di museum di atas Taman Panorama ini, termasuk terkorak-tengkorak Romusha dan Tentara Jepang. Bukan tempat yang menyenangkan sebenarnya apabila kita mengunjungi lokasi ini seorang diri. Menyeramkan.

Bebrapa lokasi sudah ditutup untuk umum seperti lobang pelolosan diri, dan penjara ujung karena tidak adanya sirkulasi udara atau karena adanya gas beracun yang keluar dari wilayah tersebut. Longsor pun menjadi ancaman untuk beberapa wilayah yang tidak dapat dikunjungi tersebut. Seperti biasa, pada goa umumnya, cerita mistik pun tak luput menghiasi lokasi ini. Lokasi ini pernah dijadikan ajang uji nyali pada acara Dunia Lain yang ditayangkan di TransTV. Beberapa penampakan dan kejadian aneh pun banyak ditemukan di wilayah ini. Sekali lagi saya bilang, ini bukan tempat yang baik untuk dikunjungi, buat anda yang sendiri atau hanya segerombolan orang. Akan lebih baik untuk anda yang mengunjungi tempat ini beramai-ramai dengan rekan –rekan yang pemberani.

Seusai dari goa Jepang, hujan pun telah berhenti dan alam menampilkan keindahan Ngarai Sianouk yang sebenarnya. Ngarai Sianouk benar-benar indah. Gue saat itu juga menyadari, Indonesia harusnya bersyukur dibekali dengan alam yang sedemikian indahnya. Terjepit diantara Ngarai-Ngarai tersebut, terdapatlah sebuah sungai yang mengalir di tengah-tengahnya. Sayangnya, menurut teman-temanku yang orang Padang, agak mustahil untuk menyusuri wilayah bawah Ngarai karena tidak lazim untuk disusuri.

Selepas kunjungan ke Lobang Jepang dan melihat indahnya panorama Ngarai, anda bisa melanjutkan perjalanan ke Monumen 17 Agustus. Walaupun hanya menoumen kecil, yang jelas, anda bisa berfoto-foto ria di lokasi ini dan melihat isi dari naskah proklamasi yang disematkan persis di bawah menara tersebut.

Seperti lokasi wisata pada umumnya, lokasi ini juga memiliki sederetan kios penjualan souvenir, mulai dari gantungan kunci, baju, l;ukisan, hingga kerajinan tangan aneka macam. Lokasi ini patut dipertimbangakn sebagai sentar penjualan barang-barang kerajinan karena variasi produk yang ditawarkan cukup banyak dan bervariasi. Bener-bener authentic Bukittinggi dech!

Lebih lanjut lagi, ke arah deretan kios-kios tersebut, anda akan menemui satu lokasi pengamatan Ngarai yang lebih dekat lagi dengan posisi Ngarai. Sayangnya, lokasi ini merupakan tempat hidup sejumlah kera. Akibatnya, kami tidak berani mendekati wilayah ini, hanya bisa memandang dari kejauhan saja karena agak takut dengan kera-kera tersebut (apalagi, ada satu buah kera yang besarrr bangeddd dan berusaha berjalan mendekati kita). Sangat disayangkan, namun apa boleh buat, walaupun tidak sebanyak kera di Alas Kedaton atau Sangeh di Bali, kera dengan jumlah seperti itu sudah membuat kami takut duluan.

Itulah lima poin penting yang bisa didapat dengan anda berjalan-jalan ke Taman Panorama di Bukittinggi. Pokoknya, kalau belum ke Ngarai Sianouk, anda tidak bisa mengatakan bahwa anda sudah pernah ke Bukittinggi. Tempat yang wajib kunjung untuk Bukittinggi, Sumatera Barat!

Tradisi Menyontek di Kalangan Pelajar

”Saat ujian Fisika entar aku mau nyontek aja. Soalnya, aku belum belajar!” Inilah kata-kata dari seorang pelajar saat akan menghadapi ujian di sekolahnya. Memang, sangat sulit menghilangkan kebiasaan menyontek dalam setiap ujian. Hingga muncul teori, bahwa ujian adalah cara seseorang untuk mendapatkan jawaban yang bersumber darimanapun asal tidak ketahuan oleh pengawas atau pun guru, agar mendapatkan nilai yang maksimal.
Pentingkah menyontek dilakukan untuk mendapatkan nilai yang maksimal? Menyontek sudah mendarah daging pada setiap pelajar. Di sekolah merupakan tempat utama bagi para belajar untuk menghadapi ujian. Dari hal ini, mencontek merupakan tindakan yang sudah menjadi budaya para pelajar di sekolah. Dari tindakan ini, nantinya akan membuat para pelajar untuk berbuat curang dikehidupannya.
Mengapa para pelajar menyontek? Generalisasinya, untuk bersaing di sekolah agar mendapatkan prestasi yang baik. Banyak pelajar yang mencontek pada saat menghadapi ujian. Rata-rata nilai yang didapat oleh para plagiator (orang yang suka mencontek) selalu tinggi dari nilai yang sebenarnya. Apakah nilai palsu inilah yang akan dipertaruhkannya untuk mengukir masa depan? Tanpa mengetahui daya atau kemampuan intelektual yang sebenarnya.
Ada beberapa pelajar yang merasa dirugikan oleh tindakan ini, karena persaingan yang seharusnya mereka hadapi di sekolah adalah persaingan yang sehat dan jujur. Bukanya persaingan yang tidak sportif. Mereka berjuang mengorbankan pikiran, tenaga dan waktu dengan belajar. Namun, di lain sisi ada pelajar yang acuh terhadap pelajaran (menyontek). Meskipun pelajar yang belajar kadang kala memperoleh nilai yang lebih tinggi dari plagiator. Namun hal tersebut tetap merugikan beberapa pelajar.
Terbesit dari benak kita semua, bagaimana upaya untuk mengurangi tindakan menyontek? Menyontek sudah menjadi soulmate para pelajar, jadi sangat susah untuk dihilangkan dari life style para siswa, namun masih dapat dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi tindakan tersebut dimulai dengan orang tua, sekolah, teman dan diri sendiri. Yakinkan dan niatkan pada diri sendiri bahwa kita mampu bersaing dengan teman sekelas, dan rutin belajar. Peranan orang tua cukup memantau dan mendukung anaknya belajar di rumah dengan menambahkan elemen-elemen yang menunjang proses belajar mereka di luar sekolah atau bila perlu orangtua dapat memberikan sebuah gift atas prestasi anaknya. Untuk sekolah, terapkan metode belajar yang disenangi murid agar setiap pelajaran bermakna dan contextual. Untuk teman, biasakan membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Hal seperti inilah yang sebaiknya dilakukan agar tindakan menyontek dapat dikurangi.
Keberhasilan upaya tersebut bisa berjalan dengan baik, jika empat komponen tersebut saling mendukung. Namun pada dasarnya pelajar itu sendirilah yang dapat merubah dirinya sendiri untuk tidak mencontek. Bukankah kita semua tidak ingin disebut sebagai plagiator?

Jumat, 22 Agustus 2008



Manfaat Minum Susu Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara

Manfaat susu sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua zat gizi yang terdapat dalam susu bermutu baik. Protein dan lemak susu memiliki sifat ketecernaan yang tinggi. Kandungan vitamin dan mineral susu juga relatif lengkap.Susu dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk. Ada yang segar atau ada yang dalam bentuk terolah, seperti susu bubuk atau susu kental manis. Manusia juga mengonsumsi susu dari produk pangan yang mengandung susu, seperti keju, es krim, dan yogurt.Namun, masih ada perbedaan pendapat tentang konsumsi susu ini. Ada kelompok yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu setiap hari tidak baik bagi kesehatan, terutama penyakit vaskular seperti penyempitan pembuluh darah. Argumennya adalah, susu meningkatkan kadar kolesterol darah yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Kedua, adanya hubungan positif antara produksi susu rata-rata per kapita dengan kematian akibat penyakit jantung di sejumlah negara.Kelompok lain mendukung peran susu pada penurunan risiko berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan kanker. Penelitian terbaru di Norwegia mendukung hal itu.Hjartäker bersama koleganya dari Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia, melalui publikasinya pada International Journal of Cancer, membuktikan bahwa mengonsumi tiga gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause.Melalui penelitian kohort the Norwegian Women and Cancer Study, mereka meneliti 48.844 wanita selama enam tahun dua bulan. Konsumsi susu diukur dengan mengirimkan formulir riwayat konsumsi pangan kepada responden. Selama kurun waktu tersebut, tim Hjartäker menemukan 317 kasus penderita kanker payudara.Ternyata konsumsi susu sejak masa kanak-kanak berkaitan negatif dengan kejadian kanker payudara pada saat mereka berumur 34-39 tahun (pramenopause). Itu berarti bahwa mengonsumsi susu sejak masa kanak-kanak dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara.Konsumsi susu pada masa dewasa juga menurunkan risiko kanker payudara setelah dikoreksi menurut faktor hormonal, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Wanita yang tidak mengonsumsi susu menghadapi risiko terkena kanker payudara 2 kali lebih besar daripada wanita yang mengonsumsi susu 3 gelas atau lebih susu setiap hari.SumberKompas